RSS

Menkumham: “Minimal 5 Tahun untuk Koruptor” [KURANG!]

26 Oct

Saya sangat berbeda pendapat dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin yang mewacanakan hukuman minimal lima tahun untuk para koruptor. Menurut dia, wacana itu akan dibicarakan terlebih dahulu sebelum dituangkan dalam sebuah undang-undang.

*

Inilah pendapat saya:

1. Hukuman bagi koruptor dikiaskan seperti hukuman pencuri ayam, dengan melihat jumlah uang yang dikorupsi. Contoh: jika pencuri ayam (harga Rp 50rb) dihukum 3 bulan penjara, maka koruptor yang menggondol uang 500jt harus dihukum 10000 x 3 bulan alias seumur hidup dan mengembalikan harta korupsinya 96% saja. Emang ada yang umurnya 2500 tahun? Apalagi yang korupsinya lebih dari 1M !

2. Jika tidak terima dengan poin diatas, saya punya usulan lain, yaitu mengembalikan 2x lipat hartanya dengan masa tahanan 5 tahun. *Mirip seperti judul diatas, tapi ada uangnya😀

3. Usulan terakhir saya adalah dengan mengganti nasib mereka dengan orang-orang miskin selama 5000 hari dengan teknis tiap 5 hari ganti satu keluarga. Contoh ada 1000 orang miskin. 5 hari pertama 1 keluarga miskin tinggal dirumah si koruptor. Sementara, si koruptor tinggal di rumah keluarga miskin tersebut (tukar nasib). Hari ke-6 sampai ke-10, keluarga miskin kedua dan begitu seterusnya. Paham kan?😀

*

“Saya sudah bicarakan dengan teman-teman mungkin kita ajukan ya seperti yang sudah terangkat, lima tahun,” kata Amir Syamsuddin di kantor Kumham, Jakarta, Rabu, 26 Oktober 2011.

Menurut dia vonis rendah bagi koruptor yang terbukti bersalah sudah menjadi sorotan masyarakat. “Tim kajian sedang berjalan, ada wacana bagi mereka yang terbukti agar mendapat hukuman yang layak. Dan itu hanya mungkin kalau revisi Undang-undang Tipikor menaikkan batas minimum hukuman bagi yang terbukti bersalah,” terangnya.

Amir mengaku sadar wacana pemberian hukuman minimal lima tahun untuk para koruptor itu akan mengundang kontroversi. Namun, Amir mengatakan wacana ini dimunculkan dengan tujuan memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi.

“Karena kita ingin membina mereka. Kan bisa saja mereka jadi whistle blower dan justice collaborator. Kemudian mengembalikan dan meluruskan seluruh kekeliruan yang pernah dilakukannya,” ujarnya.

 
Leave a comment

Posted by on 26 October, 2011 in Opini

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: