RSS

Sumber Pahala: Orang Tua

21 Oct

Pagi tadi, sehabis shalat Subuh berjamaah (orang sepuh) di masjid dekat rumah, saya berbicang-bincang dengan salah seorang jamaah lainnya. Namanya pak Joni. Dia adalah tetangga saya (agak jauh) yang juga sering shalat berjamaah di masjid. Namun, baru kali ini saya memberanikan diri untuk mengajaknya ngobrol.

Obrolan kami mulai dengan basa-basi menanyakan tinggal dimana dan asalnya dari mana. Maklum, karena agak jauh, makanya kami tidak tahu tempat tinggal masing-masing. *Alasan sebenarnya adalah karena sama-sama sibuk, sehingga jarang bersosialisasi dengan tetangga agak jauh😀

Setelah pembicaraan sudah mulai mencair, saya pancing beliau untuk memberikan saya sebuah nasihat. Saya mulai memberanikan diri menanyakan latar belakang beliau. Tanpa ragu, beliau mulai menceritakan kisah hidupnya dengan nada dan pandangan sedikit ke atas, sedang menerawang ke masa lalunya.

Karena tahu saya orang Jawa Tengah, beliau memulai ceritanya dengan pendidikannya. Sewaktu masih menempuh pendidikannya di daerah Cepu. Beliau beberapa kali mampir ke Semarang, ibukota Jawa Tengah. Sampai-sampai hafal tempat-tempat favoritnya dahulu. Karena sekolah beliau dibiayai oleh salah satu perusahaan BUMN, beliau tidak ingin menyia-nyiakan pendidikannya. Beliau belajar siang dan malam sampai akhirnya lulus dan ditempatkan pada salah satu posisi penting di perusahaan tersebut.

Sewaktu masih bekerja di perusahaan tersebut, beliau juga dipercaya masyarakat untuk memimpin warganya. Beliau dipilih menjadi pimpinan warga setempat karena sosialisasi dan kebijaksanaannya dalam bersikap. Tidak hanya itu, sebuah masjid besar di kampungnya, juga diketuai oleh beliau sejak peletakan batu pertama, di awal pendiriannya.

Beliau bekerja di perusahaan tersebut kurang lebih selama 34 tahun. Beliau lakukan dengan kerja keras dan ikhlas. Katanya, “Mumpung masih muda, kamu harus bekerja keras,” setelah tahu saat ini saya sudah bekerja di sebuah perusahaan. Kemudian, beliau menceritakan sedikit tentang anaknya yang sedang kuliah.

Setelah berbincang kurang lebih 30 menit, beliau memberikan pesan kepada saya. Beliau menanyakan apakah saya masih punya orang tua lengkap. “Semuanya masih ada?” tanya beliau. Saya hanya mengangguk. Beliau langsung menepuk pundak saya sembari berpesan, “Bersyukurlah. Orang tuamu adalah ibadahmu, sumber pahala bagimu. Berkerja keraslah lalu meminta doa restu kepada kedua orang tuamu. Insya Allah, kamu sukses!” Saya masih terpaku dan hanya mampu menjawab AMIIIN dalam hati.

Wahai pembaca, mari kita jaga orang tua kita. Mintalah maaf jika kita mempunyai salah kepada mereka. Semoga doa mereka menyertai kita semua. Amin.

 
2 Comments

Posted by on 21 October, 2011 in Inspirasi

 

Tags: ,

2 responses to “Sumber Pahala: Orang Tua

  1. rahmadirizma

    21 October, 2011 at 3:57 am

    “Orang tuamu adalah ibadahmu, sumber pahala bagimu.” I like this quote, tp selain sebagai ibadahmu, ane yakini juga kalo orangtua itu adalah Tuhan kita yg paling nyata untuk kita di dunia. Kasih, sayang, jg perhatian yg mereka beri, bener2ga akan bisa di gantikan oleh apapun. Keampuhan doa mereka pun jg tak bisa di tandingi oleh “orang pintar” sekalipun, so “orangtua adalah segalanya buat ane, tanpa’y ane ga akan mungkin bisa seperti ini…”

     
  2. mirza3m

    21 October, 2011 at 6:30 am

    Betul, tanpa mereka kita tidak akan “eksis” sampai saat ini.
    Maka dari itu, mintakan maaf kepada Tuhanmu atas dosa2 mereka🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: