RSS

Momen Terakhir Menjelang Abah Dimakamkan (pic+vid)

06 Sep

Kemarin, aku baru selesai makan siang disela-sela istirahat jam kantor. Aku membuka twitter. Ada satu status yang membuatku tercengang. Dalam status kurang dari 140 karakter tersebut menyatakan bahwa pimpinan Pesantren Suryalaya, KH. Shohibul Wafa Tadjul Arifin (Abah Anom) meninggal dunia. Aku langsung meng-crosscheck status yang lain, barangkali hanya hoax alias berita palsu.

Aku juga mengecek berita di situs-situs warta berita ter-update seperti detikcom. Teryata benar! Beliau meninggal dunia pada pukul 11.45 di RS TMC Tasikmalaya. Berita duka ini seperti melihat petir disiang bolong. Pasalnya, beliau tidak sakit sebelumnya. Namun, keputusan Allah untuk menyuruh malaikat pencabut nyawa guna memanggil Abah tidak dapat diganggu gugat.

Aku segera bergegas untuk menanyakan ke rekan kantor mengenai prosedur cuti. Maklum, aku masih dalam masa percobaan yang bahasa kerennya probation. Setelah tahu, aku tidak ambil tempo untuk segera melakukan ‘permohonan’ cuti kepada IT Head. Aku diberikan izin selama 3 hari untuk tidak masuk kantor. Aku bergegas pulang ke rumah (memakan waktu 1 jam perjalanan) untuk mempersiapkan segalanya. Setelah semuanya siap, aku menuju ke terminal. Bus yang aku tumpangi memakan waktu 5 jam, jika tidak macet. Aku berangkat dari terminal jam 3 sore.

Alhamdulillah, sesuai perkiraan, bus sampai tepat waktu. Aku segera mengambil air wudhu dan shalat jama’ qashar sebelum melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum. Di dalam angkutan, aku bertemu dengan para ikhwan (istilah murid TQN). Ternyata, semua penumpang bertujuan sama, bertakziyah ke Abah. Kami saling berjabat tangan dan berkenalan sembari menikmati perjalanan malam kami yang terjebak macet karena banyaknya orang yang bertakziyah yang memarkir mobilnya hingga ratusan meter dari komplek pesantren.

Ketika tiba di pelataran Pesantren Suryalaya, kami disambut oleh ribuan orang yang sedang memanjatkan doa dengan khusyu’. Adapun shalat jenazah sendiri berlangsung terus-menerus dalam beberapa gelombang hingga menjelang pemakaman keesokan harinya. Sekilas, aku juga melihat lebih dari 50 karangan bunga berjejer sepanjang jalan menuju pesantren. Aku melihat

Prosesi pemakaman pun tiba. Waktu itu pukul 09.00. Para ikhwan bersama-sama melantunkan shalawat yang diajarkan abah, yakni shalawat bani hasyim. Bunyinya sebagai berikut Allahumma shalli ‘alan nabiyyil hasyimiyyi.. Muhammadin wa ‘ala alihi wasallim tasliima..

Tiba-tiba, secara bersama-sama pula, lantunan shalawat bani hasyim berubah menjadi kalimat tahlil secara berulang-ulang. Para ikhwan melantunkan kalimat thayyibah tersebut dengan semangat. Namun, tiba-tiba suara mereka seakan terganggu oleh suara lain. Suara apakah yang menggangunya? Benar, suara tangisan kebanyakan ikhwan mengiringi suara tahlil. Mereka menangis tersedu-sedu sembari melambaikan tangan dan menyebut nama “Abah..Abah..” Mereka (kami) merasa kehilangan seorang panutan sekaligus pembimbing dalam beragama.

Fyi, meninggalnya Abah bertepatan dengan haul ayahnya, Abah Sepuh (Syekh Abdullah Mubarrok bin Nur Muhammad) juga Pesantren Suryalaya yaitu tanggal 5 September. CMIIW.

Bagi yang belum mengenal sosok Abah Anom, silakan baca disini.

Di bawah ini ada beberapa foto yang berhasil aku abadikan kemarin.

Foto Abah 2 hari sebelum wafat (aku dapatkan dari ikhwan yang berkunjung pada hari Sabtu, 3/8)

Jenazah Abah waktu dishalatkan (aku ambil dari kamera hp jam 22.16)

Suasana menjelang Abah dikebumikan (aku ambil dari kamera hp jam 08.10)

Foto ketika jenazah Abah dibawa ke peristirahatan terakhir (aku ambil dari kamera hp jam 09.03)

Foto karangan bunga dari Presiden RI (aku ambil dari kamera hp jam 22.40)

Beberapa tambahan foto dari grup:

Berikut ini video yang aku abadikan dengan hape.

 
4 Comments

Posted by on 6 September, 2011 in Agama, Memori

 

Tags: , , , , ,

4 responses to “Momen Terakhir Menjelang Abah Dimakamkan (pic+vid)

  1. Bantai Dosa

    9 September, 2011 at 2:28 pm

    terimakasih abah…

     
  2. rafy

    31 March, 2012 at 3:17 am

    terharu+sedih..

    Kg pntn bade tumaros,,kumaha prosedurna pami ngamaksad kasuryalaya,,
    Hoyong di talqin dzikir??

     
  3. mirza3m

    12 December, 2012 at 12:09 pm

    tinggal kesana saja. naik bus jurusan tasikmalaya. tanya aja sama kondekturnya mau ke Abah, tau semua ko🙂

     
  4. supry salafy.tqn

    23 December, 2012 at 12:29 pm

    allohu akbar,,,allohu akbar,,,allohu akbar,,,kering sudah air mata ini mengiringi kepergian mu wahai guru agung…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: