RSS

Pesan Cak Nun

01 Sep

Walaupun agak telat, izinkan saya untuk ikut share pesan Idul Fitri yang datang dari Muhammad Ainun Nadjib a.k.a Caknun yang beliau tulis sehari sebelum Idul Fitri. Here we go!

Teman-teman Maiyah Se-Nusantara,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

1. Minal ‘aidin walfaizin, selamat Idul Fitri 1432-H. Mohon maaf lahir batin, halal bihalal fiddunya walakhirah. Sesungguhnya puasa tak menunggu Ramadhan, berhari raya tak menunggu Idulfithri. Selamat meneguhkan istiqamah peradaban inti di keluarga masing-masing.

2. Pesan utama Maiyah untuk ummat manusia penghuni zaman ultra-jahiliyah sekarang ini: “Keutuhan keluarga-keluarga kecil manusia adalah faktor utama penjaga keseimbangan peradaban. Sebab utama turunnya adzab Allah adalah hancurnya keluarga-keluarga manusia”. Jamaah Maiyah tidak tertipu, terjebak atau terperdaya oleh godaan-godaan dan fatamorgana apapun yang menyertai perjuangan pengutuhan keluarga.

3. Selamat menikmati kemenangan Idulfitri, yang bisa berupa kegembiraan, kerukunan, rizqi dan harapan; tapi bisa juga berupa keprihatinan, kesedihan, ujian, pengabdian atau peningkatan kesabaran.

4. Keadaan apapun saja, gembira atau menderita, miskin atau kaya, sulit atau mudah, rumit atau sederhana, jika Allah yang menghendakinya, dan diterima dengan ikhlas dalam taqwa dan tawakkal — tidak akan membuahkan apapun kecuali berkah dan hikmah, rizqi dan hidayah — bagi keluarga hingga anak cucu Maiyah.

5. Dunia bergulir, dan Maiyah bergerak, di maqamnya masing-masing. Dunia tak berlangsung di Maiyah, tapi Maiyah berlangsung di sebagian Dunia. Antara Dunia dan Maiyah terdapat perbedaan untuk sebagian hal dan pertentangan untuk sebagian hal lain. Berbeda dan bertentangan pada niat di iradah qalbunya, pada aqidah dan ideologinya, pada skala pandang dan cara berpikirnya, pada sistem analisis dan pola kelolanya.

6. Juga berbeda dan bertentangan pada pilihan jalan Syariatnya, cara berjalan Thariqatnya, titik tuju Haqiqatnya, maupun makrifat Subyek Muwajjahahnya. Pun berbeda dan bertentangan mapping konstelasi nilainya, tinggi rendahnya, penting tidaknya, primer sekundernya, bumi langitnya.

7. Dunia tidak mengerti perbedaan dan pertentangan itu, karena Dunia adalah pihak yang ditolong, dientas, diselamatkan dan dibangkitkan. Sementara Maiyah mengerti perbedaan dan pertentangan itu, karena Maiyah adalah pihak yang menolong, mengentaskan, menyelamatkan dan membangkitkan.

8. Di ruang Maiyah, nyata betapa lemah, bobrok dan rentannya Dunia. Di tengah Dunia, nyata betapa agung dan dahsyat kekuatan Allah yang dipantulkannya melalui kehadiran Maiyah. Pada setiap peristiwa Maiyahan di banyak titik-titik Dunia selama dua bulan terakhir, sangat luar biasa dan mewujud hidayah dan kasih sayang Allah.

9. Semua manusia Maiyah selalu bersiap siaga diperjalankan oleh Allah, dalam konteks dan skala apapun. Menerima dan melakukannya dengan energi ibadah yang tuntas, cinta yang sejati dan mengabadi, serta dengan kecerdasan dan kearifan — atas apapun saja perintah-Nya. Seluruh isi Dunia dan duka derita Indonesia tidak ditagih oleh Allah kepada kita. Karena yang terpenting pada kita adalah cinta, keyakinan dan pengabdian ikhlas tanpa batas kepada kasih sayang-Nya.

Muhammad Ainun Nadjib,

Jakarta, 29 Agustus 2011

 
Leave a comment

Posted by on 1 September, 2011 in Agama, Inspirasi

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: