RSS

Huruf Spanduk Jatuh Didepan Menteri!

16 Aug

Itu terjadi pada acara Festival Fathullah (FESFA) 2007, 6-19 Mei. FESFA adalah acara puncak akhir tahun kepengurusan Ikatan Remaja Masjid Fathullah (IRMAFA) UIN Jakarta. Acara tahunan ini sebelumnya dikenal dengan nama Gema Fathullah (GEMFA).

FESFA mempunyai segudang acara, diantaranya lomba menggambar dan mewarnai, lomba pidato, lomba busana muslim anak-anak, talk show, bazar, dan acara yang identik dengan masjid (baca: pengajian) serta banyak acara lainnya.

FESFA dibuka dengan acara seremonial yang diisi dengan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat itu, Adhyaksa Dault. Jauh-jauh hari sebelumnya, kami telah beraudiensi dengan beliau di kantor Departemen Pemuda dan Olahraga (sekarang Kementerian). Disana, kami disambut dengan sangat baik. Namun, ada berita kurang baik yang kami terima, yaitu Menpora tidak dapat menghadiri acara pembukaan FESFA karena ada urusan di luar pulau. Kamipun menerima dengan pasrah. Dijadwalkan Deputi II Menpora Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda, Dr. M. Budi Setiawan, M.Eng akan hadir.

Kami mempersiapkan semuanya. Kala itu kami hanya menggantungkan spanduk ‘manual’–yang kami buat dari kertas untuk membentuk huruf yang selanjutnya ditempelkan pada sebuah kain–untuk menginformasikan kepada jamaah bahwa akan ada acara pembukaan FESFA. Ternyata, acara sempat tertunda dan kami pun ‘lengah’. Ada seorang tokoh yang meninggal dan dishalatkan di Masjid Fathullah. Berbagai sambutan dari tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh PBNU ikut serta dalam mengiringi kepergiannya. Acara tersebut berlangsung 1,5 jam yang praktis menunda acara pembukaan.

Setelah acara shalat jenazah selesai, kamipun bersiap-siap untuk memulai acara kami, pembukaan FESFA. Deputi II Menpora telah bersiap mengikuti acara. Acara pembukaan kali ini kami laksanakan dengan sangat sederhana karena kami tidak menyediakan panggung dan hanya lesehan. Setelah MC dan ketua panitia memberikan ‘satu-dua kata’, tibalah saatnya untuk giliran perwakilan dari Menpora untuk memberikan sambutan,

Sesuatu yang tidak kami harapkan terjadi. Sewaktu Bapak Deputi II sedang sambutan, ada sesuatu yang melayang dan jatuh tepat didepan beliau. Ternyata sebuah font dari spanduk buatan panitia! Panitia malu. Font kedua dan ketiga berjatuhan hampir bersamaan. Beruntung (kalau bisa disebut begitu), hanya 3 huruf yang jatuh.

Setelah acara selesai, ketua panitia mengucapkan permohonan maaf atas insiden ‘memalukan’ tadi. Bapak Deputi hanya tersenyum dan mengucapkan salam untuk bertolak ke kantornya kembali.

Pelajaran yang dapat diambil adalah kita hendaknya mempersiapkan segalanya dengan sebaik mungkin.

 
Leave a comment

Posted by on 16 August, 2011 in Humor

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: