RSS

Bahasa yang Hilang

25 Jul

Saya tinggal di sebuah desa, di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang mungkin banyak orang salah sangka: PEMALANG. Mengapa saya bilang salah sangka? Karena beberapa kali, ketika saya memperkenalkan diri dan ditanya dari mana asalnya, lalu saya bilang dari Pemalang, ternyata si penanya mengira saya berasal dari Malang, Jawa Timur. Salah sangka kan?😀

Sejak kecil, saya bergaul dengan anak setempat.Kami menggunakan bahasa daerah kami, yakni dengan bahasa Jawa untuk berkomunikasi. Namun, ada beberapa kata yang kalau saya tanya kepada anak-anak sekarang, mereka tidak tahu. Dengan kata lain, beberapa kata yang akan saya tuliskan dibawah ini bisa dikatakan’ punah’. Berikut adalah beberapa kata yang saya maksudkan:

1. Belok. Bacalah huruf “e” seperti kata “kembali” dan huruf “o” seperti kata “loket.” Kata belok berarti kotor. Maksud kotor disini adalah kotoran tanah–ketika suasana becek–yang menempel di badan (biasanya kaki atau tangan), bukan kotoran yang lain. Contoh kalimat: “Sikilmu belok banget, resiki ndisik mrono!” Kakimu kotor sekali, sana bersihkan dulu!

2. Pleter. Cara membaca kedua huruf “e” tersebut adalah seperti membaca kata “bener.” Arti kata pleter adalah mengejar (dengan sungguh-sungguh). Sebab, jika hanya mengejar biasa, masih ada kata doyok dan kata tersebut masih populer di kampung kami. Sedangkan, kata pleter sudah tidak populer, bahkan sudah punah.

3. Colak-calik. Anda bisa membaca kata tersebut terserah Anda. Adapun makna dari kata tersebut adalah (saya menggunakan perumpamaan karena agak susah mencari kata dasarnya dalam bahasa Indonesia) misalkan saya baru pulang dari suatu kegiatan, kemudian belum sempat istirahat, saya langsung pergi lagi untuk melakukan kegiatan lagi. Kegiatan “terburu-buru” tersebut disebut colak-calik.

4. Klumud. Artinya adalah basah kuyup. Seandainya hanya basah saja, ada kata lain dan masih populer yaitu teles. Kata klumud sendiri sudah pudar sejak lama. Biasanya kata tersebut diganti dengan kombinasi dua kata: teles kebes.

5. Ndelak. Huruf “e” dibaca seperti kata “keras.” Ini hampir dipastikan punah. Arti ndelak adalah mangap.

6. Mbedagang. Baca huruf “e” seperti kata “ndelak.” Jangan ngakak ya kalau sudah tahu artinya. Mbedagang artinya ngangkang. Ya, orang yang jalannya mengangkang.

7. Ngucluk. Huruf “k” dibaca tipis/lebur, seperti kata saba’. Bahasa lain yang masih populer adalah nguthu. Kedua kata tersebut artinya sama, yaitu membabi-buta.

8. Luzdrug. Butuh penekanan sewaktu membaca kata ini dan disertai emosi (sedikit aja ya emosinya :D). Kata ini berarti jangan kelamaan atau dalam bahasa sekarang GPL a.k.a gak pake lama.

Itu saja sebagian kata dari buuaanyaak kata yang telah ‘punah’ di kampung saya. Mudah-mudahan bisa kita lestarikan. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Bila ada tambahan kata lain yang sudah punah di daerah Anda, silakan tambahkan di komentar. Nanti akan saya masukkan ke daftar.

 
8 Comments

Posted by on 25 July, 2011 in Lain-lain, Memori, Reportase

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

8 responses to “Bahasa yang Hilang

  1. Suwignyo

    29 July, 2011 at 9:25 am

    Wah isih akeh sakjane pak mirrr…tapi yen dibeberke ono kene isoh nggladrah ora karuan…dowooo…ora entek entek….sing penting tetep “urip jawa” alias “hidup jawa”…wong londo londo bule sing netep ono ning bali karo jogja wae akeh sing sugih bondo amargo mung isoh boso jawa…lha kok wong jowo pinter boso inggris hurung sugih sugih…piye jal?…

     
  2. mirza3m

    29 July, 2011 at 9:29 am

    betul..betul. boso jowo emang gowo rejeki😀

     
  3. sundono

    29 July, 2011 at 9:32 am

    Kalau boleh posting nya jangan cuma bahasa jawa aja ….
    Coba bahasa lainnya mana .

     
  4. mirza3m

    29 July, 2011 at 9:40 am

    Bung Joni, ane kan gak blm tau bahasa daerah laennya. Jadi, ayolah bung joni nulis bhs daerah bung joni.

     
  5. weyeisy Eis

    29 July, 2011 at 10:10 am

    Weleh weleh..kalau ngikutin bahasa indonesia yang benar bisa jadi nek wong jowo asline Mirzo ..tulisan indonesiane MIRZA ..ini seperti nama Gatot Koco yg di Indonesiakan menjadi Gatot Kaca..piye Jal..??

     
  6. mirza3m

    29 July, 2011 at 10:58 am

    Wah, beda kasus tuh mas. Kalau bhs Indonesia yo bhs Indonesia ae😀

     
  7. rorogustiayu

    9 August, 2011 at 9:27 am

    yang juga bahasa kuna tegal : 1 & 7

     
  8. mirza3m

    11 August, 2011 at 10:52 am

    OoO… Baru tahu saya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: