RSS

Mantra ‘Saling Menghormati dan Menghargai’

21 Jul

Manusia adalah makhluk sosial, sebagaimana diajarkan oleh guru kita sewaktu sekolah. Makhluk sosial berarti makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain walaupun kita juga bisa hidup dengan predikat kita sebagai makhluk individu. Namun, maksud ‘tidak bisa hidup tanpa orang lain’ adalah kita hidup didalam tatanan masyarakat yang saling memerlukan dalam menjalankan kehidupan kita. Contoh sederhana adalah jika kita ingin makan, pastilah Anda memerlukan beras untuk dimasak. Lalu dari manakah beras tersebut? Apakah Anda akan menanam sendiri lalu menggiling sendiri tanpa bantuan orang lain? Saya kira mustahil.

Di dalam kehidupan bertetangga, sudah sepatutnyalah kita mempunyai sifat dan sikap saling menghormati dan menghargai. Menghormati dan menghargai pendapat adalah salah satu contohnya. Karena jika kita tidak mempunyai sifat maupun sikap tersebut, kita akan dijauhi orang lain (tetangga). Silakan buktikan kalau Anda tidak percaya😀.

Ada beberapa cara untuk menerapkan sifat dan sikap tersebut. Namun, disini saya hanya akan membagikan satu mantra yang pernah saya dapatkan waktu saya masih sekolah, dulu. Dalam wikipedia, mantra berarti bunyi, suku kata, kata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu “menciptakan perubahan” (misalnya perubahan spiritual). Lagi-lagi, maksud mantra disini adalah pedoman atau jargon yang bisa diterapkan.

Undur maa qoola walaa tandur man qoola!!!

Itulah mantra yang saya maksudkan. Itu adalah ungkapan dalam bahasa arab yang bila kita artikan secara bebas berbunyi “perhatikan apa yang diucapkan dan jangan lihat siapa yang mengucapkan.” Artinya, hendaklah kita jangan selalu melihat siapa orang yang sedang bicara, tapi perhatikan apa yang sedang dia bicarakan. Jika ada nasihat jelek (misalkan korupsi), hendaknya kita tinggalkan walaupun itu adalah perkataan atasan. Sebaliknya, walaupun pangkatnya adalah sebagai OB, tapi jika isinya bagus dan bermanfaat, lakukanlah!

Saya mengharapkan, bagi pembaca tulisan ini, mulai sekarang (bagi yang masih menganggap omongan orang lain yang ‘pangkatnya’ lebih rendah itu omong kosong), untuk tidak lagi memandang siapa orang yang menasihati. Kalau kita ingin didengar, dengarkan orang lain. Kalau ingin dihormati, yaa hormati orang lain.🙂

 
Leave a comment

Posted by on 21 July, 2011 in Inspirasi, Opini

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: