RSS

Gusdur dan Para Wali

20 Jul

KH Abdurrahman Wahid atau yang kita kenal dengan Gusdur adalah Presiden RI yang ke-3 setelah Soekarno dan Soeharto. Ia menjabat sebagai RI-1 setelah melalui voting anggota MPR pada tahun 2001 silam. Ada beberapa kenangan yang akan saya bagi disini. Mungkin sebagian dari pembaca sudah tahu beberapa kisah di bawah ini.

Suatu hari, Gusdur (sebenarnya nama aslinya adalah Abdurrahman Ad-Dakhil) mengajak KH Said Aqil Siradj (sekarang ketua PBNU). Kang Said (panggilan KH Said Aqil) bertanya mau kemana. Namun, Gusdur hanya bilang akan mengajaknya kepada seorang yang alim lalu minta doa kepadanya. Kang Said pun setuju dengan ajakan Gusdur. Oia, lokasinya pada waktu itu di Arab.

Ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang yang berpakaian putih dan berjanggut (umumnya orang Arab) yang mempunyai banyak santri. Kang Said pun berkata kepada Gusdur, “Mungkin itu kali?” Gusdur hanya bilang, “Bukan.” Berkali-kali kang Said menebak, tapi selalu salah. Kang Said semakin bingung karena orang-orang ternama yang mereka lewati bukan termasuk orang ‘alim’ yang Gusdur maksudkan.

Tibalah saatnya mereka bertemu dengan pemulung. Ya, orang yang berprofesi sebagai pengepul sampah. Kang Said pun terheran-heran ketika Gusdur mendekati pemulung tersebut. Tak lama kemudian, ia pun ikut mendekati pemulung bersama Gusdur.

Kemudian Gusdur menepuk pundak si pemulung dan bilang minta didoakan. Seketika itu, si pemulung menangis dan memohon kepada Allah untuk dicabut kewaliaannya. Ia masih shock karena masih ada orang yang tahu bahwa ia adalah seorang wali padahal sudah menyamar sebagai orang yang dianggap rendah di masyarakat.

Cerita lain, ketika Gusdur mengunjungi makam di tengah danau di daerah Panjalu, Tasikmalaya. Pada awalnya, makam tersebut tidak terawat karena belum banyak orang yang mengetahuinya. Namun, setelah Gusdur mengunjungi makam tersebut dan menyampaikan kepada warga bahwa makam tersebut adalah makam seorang wali, sekarang makam tersebut menjadi ramai oleh karena banyak orang yang berdatangan guna ‘berwisata ziarah.’ Masyarakat sekitar makam pun ikut merasakan peningkatan kesejahteraan dengan berdagang dan lain sebagainya.

Sebenarnya masih banyak cerita yang mengindikasikan bahwa Gusdur mengetahui banyak sekali keberadaan para wali Allah di Indonesia. Kalau sudah begini, Gusdur itu siapa? Apakah Gusdur adalah (juga) seorang wali Allah? Fyi, yang mengetahui wali adalah seorang wali juga.🙂

 
6 Comments

Posted by on 20 July, 2011 in Agama, Inspirasi, Lain-lain

 

Tags: , , , ,

6 responses to “Gusdur dan Para Wali

  1. rahmadirizma

    20 July, 2011 at 5:02 am

    ehm…yang pasti kalo gusdur itu ga di turunin secara paksa dari kusri RI 1, pasti MPR/DPR dah bubar semua. Sayang hal ini blm sempet terlaksana. Lam kenal bung mirza🙂

     
  2. mirza3m

    21 July, 2011 at 6:52 am

    salam kenal juga, bung riyan!🙂

     
  3. ksdq

    28 August, 2011 at 3:04 am

    mas mirza follower gusdur sejati….tiada hari tanpa gusdur

     
  4. Ahmad S M

    22 January, 2012 at 2:58 pm

    Gus dur adalah contoh ber amal tanpa pamrih, …..

     
  5. 654321

    27 March, 2012 at 6:30 am

    bisa ceritakan lagi ga klo gusdur bersama para a’uliya’

     
  6. mirza3m

    12 December, 2012 at 12:07 pm

    banyak mas cerita tentang beliau bersama para auliya🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: