RSS

Berebut Kekuasaan di Tingkat RT

18 Jul

Kemarin, Ahad (17 Juli 2011) malam, saya diundang untuk menghadiri pemilihan ketua RT baru. Saya, sebagai warga pendatang tentu saja kaget dan sedikit bangga dianggap sebagai warga di daerah tersebut😀. Saya pun tidak menolak dan juga tidak membuang tempo dengan segera mengganti baju yang pantas (walaupun saat itu saya mengenakan celana jeans dan kaos–gak pantas kan).

5 menit sampai di tkp. Seratusan orang sudah berkumpul dan saling berbincang satu dengan lainnya. Saya pun ikut membaur dengan kelompok-kelompok yang sedang membicarakan para kandidat ketua rt. Ada yang saya tanya, dia menjawab akan memilih si A karena pakdenya. Ada lagi (orang lain) yang memilih si B karena ingin regenerasi kepengurusan rt. Sewaktu saya tanya, “Emang udah berapa lama pak rt menjabat sampai sekarang?” Dia hanya menjawab, “Kayaknya udah lama banget deh.” Saya pun semakin penasaran dengan jawaban itu. Emang udah berapa lama sih?, tanya saya dalam hati. Tidak hanya itu, saya juga bertanya tentang pendapatan ketua rt. Mereka bilang, “Banyak sih proyek yang bisa diambil kalau mau.” Sebut saja ruko-ruko, pasar malam, uang keamanan dll. Artinya, banyak jalan untuk mengeruk uang warga selama menjabat sebagai rt.

Saya crosscheck dengan warga lainnya. Jawabannya juga sama: pokoknya udah lama. Duh! Tapi kali ini ada keterangan tambahan, yaitu waktu pemilihan-pemilihan sebelumnya, para warga hanya diserahi kertas untuk ditandatangani saja alias pengukuhan kembali. Lho kok bisa begitu? Kenapa gak mengajukan calon lain? Tidak ada yang jawab.

Acara dimulai setelah semua warga yang mempunyai hak pilih mendaftarkan diri. Tercatat sebanyak 121 warga pendaftar. Dibuka dengan sambutan dari panitia dan ketua rt (lama). Dari sambutan keduanya saya baru mengetahui bahwa ketua rt lama sudah menjabat sejak 1991 yang berarti 20 tahun! Tidak hanya disitu, ketua rt lama juga mengajukan diri sebagai kandidat ketua rt periode 2011-2015. Hmm.. mau mendirikan rezim kali yak😀

Pemilihan pun berlangsung dramatis. Oia, ada 3 calon yang maju: si A (rt lama), si B, dan si C. Hasil akhir mengejutkan para warga. Bukan karena siapa yang terpilih, tapi selisih angka yang begitu ciamik. Sang penantang baru, si C mendapatkan suara 49 disusul rt lama (A) 39, dan si B dengan 29 angka. Sisanya ya abstain. Cantik bukan? Dan para warga bersorak dengan kemenangan rt baru yang katanya akan membawa perubahan warga karena lebih muda dan visioner. Sekali lagi katanya. Namun, kita lihat saja perkembangannya.

Pagi harinya, ketua rt terpilih mengadakan tasyakuran dengan makan nasi uduk bersama. Suasana kekeluargaan kembali tampak. Dan saya pun ikut melahap sajian sederhana itu.

 
Leave a comment

Posted by on 18 July, 2011 in Lain-lain, Reportase

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: